12 Tarian Banten Lengkap Dengan Penjelasan dan Gambarnya

5 min read

tarian banten

Tarian Banten – Banten adalah suatu provinsi baru yang penuh dengan gairah layaknya seorang pemuda. Mengapa begitu, karena Banten selalu menata diri dan selalu mengembangkan beragam potensi yang ada didalamnya.

Kalian akan banyak menemukan suatu hal yang khas dan unik saat berada di Banten. Mulai dari seni tariannya, kuliner, wisata berbelanjanya sekaligus sisi religi masyarakat dan juga budayanya.

Banyak sekali hal-hal unik yang membuat Banten memiliki daya tarik sebagai tempat pariwisata. Provinsi ini menyimpan banyak sekali keragaman budaya dengan etika masyarakat didalmnya yang sangat terbuka dan juga sangat bersahabat bagi siapapun yang datang terhadapnya.

Nah berikut ini adalah beberapa keberagaman seni budaya yang menjadi salah satu keunikan yang ada di Banten:

  1. Tarian Banten Maler Bedug

tari maler bedug, tarian banten
cr: berbol.co.id

Tari maler bedug adalah pembaharuan dari tarian rampak bedug yang berkembang dengan perpaduan aneka ragam seni musik tradisi khas Banten. Tarian bedug ini mengambil pijakan gerak dari bedug Pamarayan dan Silat Trumbu.

Tarian maler bedug yang dinamis, membuat tarian ini bisa dijadikan sebagai salah satu jenis tarian untuk pembukaan suatu acara tertentu dan juga bisa dijadikan sebagai tari untuk pentas seni dan pertunjukan dalam menyambut tamu yang datang.

  1. Tarian Banten Ngebaksakeun

tari ngebaksakeun, tarian Banten
cr: binasenitariraksabudaya.blogspot.com

Tari ngebaksakeun ialah tarian banten yang di inspirasi dari pijakan silat terumbu. Tarian ngebaksakeun ini biasanya di adakan untuk pertunjukan dalam menyambut kedatangan seorang tamu.

Tarian ini sendiri, memiliki durasi sekitar 5 menit, selain itu dalam pebawaannya tari ini biasa mengenakan kostum dengan warna yang didominasi dengan warna biru dan putih.

  1. Tarian Banten Topeng Tani Banten

tari topeng tani, tarian banten
cr: berbol.co.id

Tari topeng tani banten ini adalah tarian khas dari Banten yang menggambarkan suatu kondisi dimana generasi penerus dari bangsa ini sudah mulai malu-malu dan tidak ingin menjadi petani.

Topeng yang dikenakan oleh petani dalam tarian ini dibuat dari bambu yang dianyam sehingga terbentuk sebuah topeng. Dan pemakaian topeng dalam tarian ini menunjukkan seorang pemuda yang malu untuk bertani atau bercocok tanam.

Baca Juga  6+ Tarian Adat Flores Lengkap Dengan Penjelasan dan Gambarnya

Tari topeng tani ini menjadi tarian yang menggambarkan sekaligus mengingatkan kepada kita semua, khususnya pemuda-pemudi saat ini yang sudah enggan untuk menjadi seorang petani.

Padahal menjadi seorang petani adalah suatu pekerjaan yang membanggakan dan juga nenek moyang kita juga merupakan seorang petani yang dengannya terciptalah aneka ragam makanan dan beragam rempah yang sangat dibutuhkan keberadaannya.

Tari topeng tani sendiri biasanya dilakukan oleh 1 orang pria saja, akan tetapi dalam praktiknya juga bisa lebih dari 1 penari.

  1. Tarian Cokek Banten

tari cokek, tarian banten
cr: ipiimut.wordpress.com

Awal mula tari cokek Banten ini dilakukan adalah oleh 3 orang penari wanita saja. Namun semakin kesini tarian cokek Banten ini bisa dibawakan oleh lebih dari 3 orang penari, kadang bisa dilakukan hingga 5 sampai 7 orang.

Biasanya tarian ini akan di iringi oleh pemain alat musik yang dilakukan oleh para pria. Tarian ini juga dibawakan dengan busana para penarinya yang menyesuaikan ciri khas wanita Banten, yakni menggunakan kebaya dan kain panjang untuk bawahannya.

Selain itu biasanya para penari akan menggunakan jenis kebaya yang memiliki warna terang dan juga mengkilau saat tesirat oleh sorotan lampu.  Tari cokek ini biasanya dipertunjukkan sebagai tari penyambutan dan penghormatan kepada tamu, walaupun kadang juga sering digunakan dalam acara pernikahan.

Para penari yang melakukan tarian ini juga biasanya akan mengajak beberapa tamu undangan untuk ikut menari bersama mereka. Dan siapapun masyarakat yang dipilih untuk ikut menari biasanya akan dikalungi oleh selendang yang dibawakan oleh penari.

  1. Tarian Banten Dzikir Saman

tari dzikir saman, tarian banten
cr: youtube.com

Tarian ini memiliki nama yang mirip dengan tari saman dari Aceh akan tetapi memiliki perbedaan. Walaupun nama dan sebutannya hampir sama, biasanya tarian saman dari Banten ini dilakukan oleh para lelaki yang membentuk suatu lingkaran sambil memutar dan di iringi dengan pujian dan Sholawat terhadap Nabi Muhammad SAW.

Jika tarian pada umumnya di iringi dengan alat musik, maka berbeda dengan tarian ini. Didalam tarian ini hanya melantunkan sholawat serta pujaan terhadap Allah.

Tari dzikir ini sendiri telah ada sejak dulu, biasanya tarian ini dibawakan dalam acara Khaul Syech Abdul Khodir dan acara lainnya.

Baca Juga  6+ Tarian Adat Flores Lengkap Dengan Penjelasan dan Gambarnya

Penari dari tarian ini dibagi menjadi 2 bagian, masing-masing bagian berjumlah 2 hingga 4 orang sebagai vokalis untuk membacakan syari Berjanji dan sisanya 20 hingga 40 orang lainnya akan menjadi pengiring suara lengkingan.

  1. Tari Katuran

tari katuran, tarian banten
cr: mandorblogger.blogspot.com

Tari katuran merupakan tarian asal Banten yang merupakan tarian yang juga dibawakan untuk penyambutan sekaligus sebagai tarian penghormatan. Tarian ini juga digunakan untuk menarik perhatian orang-orang diluar Banten untuk berkunjung ke Banten.

Biasanya tari katuran ini dibawakan oleh para wanita yang menggunakan busana dengan dasar warna putih kemudian dibalut dengan kain yang memiliki warna yang mencolok.

Tarian katuran memiliki gerakan-gerakan unik yang hanya ada pada tarian ini saja. Pembawaan tarian ini juga sangat indah untuk disaksikan.

  1. Tari Gitek Ganjen

tari gitek ganjen, tarian banten
cr: binasenitariraksabudaya.blogspot.com

Tari gitek ganjen merupakan tarian dari Banten yang terinspirasi dari kesenian tradisional tari cokek. Tarian ini untuk menggambarkan sebuah perilaku remaja putri yang memiliki keinginan untuk menarik perhatian.

Kata “ganjen” dalam tarian ini adalah sebuah kosa kata dari bahasa Jawa Banten, yang ditujukan bagi remaja putri yang lincah dan genit.

Biasanya tari gitek ginjen ini ditujukan sebagai tarian pergaulan, yakni penonton dapat ikut menari bersama penari wanita dipanggung.

  1. Tari Gitik Cokek

tari gitek cokek, tarian banten
cr: binasenitariraksabudaya.blogspot.com

Tarian ini sudah ada sejak abad ke-19 di Kabupaten Tanggerang, Banten. Penari gitek cokek biasanya mengenakan pakaian kebaya yang biasa disebut dengan cokek. Tarian gitek cokek sendiri hampir sama dengan ronggeng Jawa Tengah.

Pada awalnya tarian ini diadakan oleh tuan tanah Tionghoa yang bertempat di Tanggerang kemudian mempersembahkan tiga orang penari wanita sebagai partisipasi dalam sebuah pesta untuk hiburan rakyat.

Tarian yang dibawakan oleh gadis cantik ini kemudian menjadi terkenal dan pada akhirnya berdiri sendiri sebagai sebuah kelompok penari sehingga memiliki sebutan tari gitik cokek.

Tarian ini sangat mudah ditiru, karena memiliki gerakan yang lambat. Tarian ini juga dianggap sebagai sebagai tarian yang erotis dan tabu karena para pria dan wanita akan menari berpasangan dan saling berdempetan.

Para penari gitik cokek biasanya mengenakan kebaya yang terbuat dari kain sutera warna ungu, hijau, merah ataupun warna kuning dengan bentuk rambut yang dikepang sehingga menambah aura kecantikan kepada sang penarinya.

  1. Tari Bedug Warnane

Tari Bedug Warnane, tarian banten
cr: binasenitariraksabudaya.blogspot.com

Tari ini merupakan tarian yang berpijak pada kesenian Rudat dan Terbang Gede yang dikolaborasikan dengan kesenian Rampak Bedug Pamarayan dari Kabupaten Serang, Banten dan dari Rampak Bedug Pandeglang.

  1. Tari Walijamaliha

tari walijamaliha, tarian banten
cr: youtube.com

Nama dari tarian ini adalah berasal dari Bahasa Arab yang artinya yakni daerah yang memiliki daya tarik. Tarian walijamalihat dibawakan oleh para penari wanita yang mengungkapkan bahwa masyarakat Banten adalah masyarakat yang riang, ramah dan juga energik dalam suasana agamis.

Baca Juga  6+ Tarian Adat Flores Lengkap Dengan Penjelasan dan Gambarnya

Dalam tarian ini penari wanita akan mengenakan busana religi. Tarian ini termasuk tarian yang ditampilkan sebagai tari penyambutan. Dalam pertunjukannya tarian ini dibawakan oleh 6 penari utama.

Ibu Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE adalah penggagas dari adanya tarian ini. Tarian ini memperkenalkan potensi yang ada di daerah Banten yang serat dengan daya tarik dan juga potensi alamnya yang sangat melipah ruah serta daerahnya yang kental akan sejarah dari turunan kesultanan besar dan derajat keagamaan yang tidak diragukan.

  1. Tari Bendrong Lesung

tari bendrong lesung, tarian banten
cr: radioserang.blogspot.com

Bendrong lesung merupakan kesenian tradisional yang menggunakan lesung dan alu sebagai media pertunjukannya. Kesenian ini adalah kesenian yang berasal dari daerah Cilegon, Banten.

Tarian ini menggambarkan suatu kegembiraan dan suka cita para masyarkat pada saat menyambut musim panen pertanian mereka.

Awalnya tarian ini hanya dimainkan oleh para wanita dewasa saja. Akan tetapi saat ini tarian ini juga bisa dimainkan oleh para lelaki. Dalam pertunjukannya kesenian tari ini biasanya diamainkan oleh 6 orang penari.

  1. Tari Bentang Banten

tarian banten
cr: youtube.com

Tari bentang Banten merupakan kreasi baru yang berkembang di tradisi masyarakat Banten. Tarian ini dikembangkan oleh Sanggar Wanda Banten yang dipimpun oleh Beni Kusnandar S.Sn, M.Si dan juga istrinya Ibu Wiwin Purwinarti S.Sn yang mengenalkan banyak tarian yang kemudian menjadi ciri daerah Banten.

Nah itulah 12 Tarian yang berasal dari Daerah Banten. Indonesia memang suatu negara yang sangat unik dan sangat kaya akan budaya dan tradisi kesenian yang dimilikinya.

Dengan kekayaan budaya yang dimilikinya, sebagai warga Indonesia sudah sebaiknya kita menjaga dan melestarikan ragam budaya yang dimilikinya.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *