Sejarah Pramuka Di Dunia dan Indonesia

Sejarah Pramuka – Praja Muda Karana (Pramuka) yang dikenal sebagai salah satu organisasi pengembangan diri, ternyata memiliki lika-liku perjalanan yang cukup panjang sebelum setenar saat ini.

Sejarah Pramuka berawal dari Inggris dan diperkenalkan oleh Sir Baden Powell yang dikenal sebagai Bapak Pandu dunia tahun 1907. Bagaimana perjalanannya hingga akhirnya sampai di Indonesia? Berikut ini adalah penjelasannya:

Sejarah Pramuka Di Dunia

sejarah pramuka di dunia
credit: romadecade.org

Di dunia internasional keberadaan Pramuka memang diperkenalkan oleh Lord Robert Baden Powell of Gilwell melalui buku-buku petualangan yang ditulisnya. Buku itulah yang kemudian menjadi cikal bakal tumbuh kembang Pramuka di dunia. Berikut ini beberapa momen penting dari eksistensi Pramuka di dunia.

  1. Baden Powell yang waktu kecil bernama Robert Stephenson Smyth ini sudah suka bertualang sejak kecil, tepatnya usai dia kehilangan ayah yang bernama Powell di waktu kecil. Hidupnya jadi sangat bergantung pada sang kakak, karena dia belajar banyak hal termasuk berkemah.
  2. Powell sempat bergabung sebagai tentara militer Inggris dan membuat buku pertamanya tahun 1899 berjudul Aids to Scouting
  3. Cikal bakal Pramuka adalah saat Boden Powell melakukan perkemahan selama delapan hari di Brownsea Inggris sejak tanggal 25 Juli 1907 bersama 22 orang anak laki-laki. Setahun setelahnya Powell menerbitkan buku Scouting For Boys yang menjadi panduan banyak orang untuk berkemah di alam terbuka. Buku ini laku keras bukan saja di Inggris tapi berbagai negara.
  4. Sejak saat itulah Pramuka mulai terbentuk di berbagai negara, apalagi ketika Powell kembali merilis buku panduan berkemah untuk perempuan tahun 1912 yang juga dibantu sang kakak yang bernama Agnes
  5. Tahun 1916 Powell mendirikan organisasi Pramuka pertamanya yang ditujukan untuk anak usia sekolah dasar bernama CUB. Dilanjutkan dua tahun setelahnya yaitu 1918, dia kembali mendirikan organisasi, kali ini beranggotakan remaja pria usia 17an dengan nama Rover Scout.
  6. Perkembangan Pramuka semakin pesat di dunia, hingga digelarnya Jambore Pramuka pertama pada 30 Juli – 8 Agustus 1920 di Olympia Hall Kota London Inggris yang diikuti sekitar 8000 anggota Pramuka dari 34 negara di dunia. Dan merupakan momen dimana Powell ditetapkan sebagai Bapak Pramuka dunia atau Chief Scout of The World.
  7. London jadi Sekretariat Pramuka dunia pada tahun 1920 usai digelarnya Jambore Pramuka pertama, selain itu juga dibentuk Dewan Pramuka Internasional yang dipilih dari berbagai negara dan berjumlah sembilan orang.
Baca Juga  Dwi Satya Pramuka (Pengertian, Makna, Arti & Penjelasannya, Lengkap)

Sejarah Pramuka Di Indonesia

sejarah pramuka di Indonesia
credit: sindonews.com

Di Indonesia perkembangan Pramuka dimulai sejak zaman penjajahan Belanda. Namun akibat adanya fluktuasi dalam perkembangan organisasi yang berimbas pada Pramuka, maka menurut sejarawan Pramuka berkembang di tiga masa, yaitu Belanda, Jepang, dan setelah merdeka.

Zaman Jajahan Belanda

sejarah pramuka pada zaman penjajahan belanda
credit: aboutpramuka.wordpress.com

Sejalan dengan berkembangnya Pramuka di Dunia, sejarah Pramuka ketika Belanda menduduki Indonesia  organisasi kepanduan ini juga sudah mulai diperkenalkan. Berawal dari munculnya organisasi Pramuka Belanda yang dinamai Nederlandsche Padvinders Organisatie atau disingkat NPO. Pergantian nama dilakukan oleh organisasi ini di tahun 1916 dengan nama baru Nederlands-Indische Padviders Vereeniging.

Tak ingin kalah dari Belanda para tokoh perjuangan mulai membentuk organisasi sejenis, diantaranya adalah yang didirikan oleh Budi Utomo dengan nama Nationale Padvinderij, lalu ada organisasi di bawah naungan Muhammadiyah yang dinamakan Padvinder Muhammadiyah yang kemudian berganti nama menjadi Hizbul Wathan.

Ada juga yang didirikan Syarikat Islam dengan nama Syarikat Islam Afdeling Padvinderij, organisasi milik Pemuda Indonesia dengan nama Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie, dan Nationale Islamietische Padvinderij yang merupakan organisasi milik Jong Islamieten Bond.

Perkembangan yang signifikan dari organisasi Pramuka tersebut membuahkan ide untuk membentuk organisasi gabungan yang dinamakan Persaudaraan Antara Pandu Indonesia (PAPI) yang diproklamirkan 23 Mei 1928. Dua tahun kemudian meleburlah PAPI menjadi satu kesatuan yang lebih kompleks yang diprakarsai tokoh nasional dengan nama Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI).

Baca Juga  Pengertian Pramuka

Zaman Jajahan Jepang

sejarah pramuka pada masa penjajahan jepang
credit: pramuka-smpn196.blogspot.com

Walaupun banyak mendapat tentangan dari Jepang yang berhasil menyingkirkan Belanda dari Indonesia, Pramuka masih berusaha tetap eksis. Sayangnya banyak tokoh yang kemudian dipindahkan oleh Jepang ke organisasi bentukan mereka yang berguna sebagai pendukung penjajahan mereka di Bumi Pertiwi, seperti PETA, Keibondan dan Seinendan.

Namun sejarah Pramuka memang sempat vakum karena gelora masyarakat untuk membentuk Pramuka lebih banyak tertahan akibat dilarangnya pembentukan organisasi berbasis masyarakat Indonesia oleh Jepang. Alasannya karena mereka takut rakyat Indonesia jadi bersatu dan bergerak menyerang balik dan bisa merdeka. Alhasil hanya organisasi yang sudah ada yang terus bertahan.

Beruntung pada masa ini, organisasi kepanduan yang sudah berdiri mampu tetap mengadakan berbagai acara dan pertemuan tanpa diganggu oleh Jepang. Salah satunya adalah kongres yang digagas oleh Perkindo.

Zaman Kemerdekaan

sejarah pramuka pada masa kemerdekaan
credit: indozone.id

Usai Indonesia mampu merebut kemerdekaan dari penjajah, pada tanggal 28 Desember 1945 dibentuklah organisasi Pandu Rakyat Indonesia bertempat di Kota Solo. Organisasi ini menjadi kunci kembali berkembangnya Pramuka di Indonesia pasca penjajahan. Kemudian di awal tahun 1950an, lahirnya organisasi Pramuka yang sempat di larang pada masa penjajahan Jepang.

Pada tahun 1961 jumlah organisasi berbasis Pramuka sudah mencapai ratusan, mereka tergabung dalam tiga federasi besar yaitu Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia (PKPI), Persatuan Pandu Puteri Indonesia (POPPINDO) dan Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO), lalu berdasarkan kesepakatan bersama ketiga federasi melebur jadi Persatuan Kepanduan Indonesia (Perkindo).

Baca Juga  Pramuka Penggalang

Sayangnya organisasi tersebut didomplengi oleh oknum tak bertanggung jawab, mereka menyusupi dengan paham komunis dengan tujuan menjadikan Perkindo sebagai organisasi komunis. Beruntung upaya tersebut tidak terealisasi dan Pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 238 tahun 1961 yang menegaskan bahwa hanya Pramuka yang diakui sebagai organisasi pandu di Indonesia.

Bagaimana Kemajuan Pramuka Di Indonesia?

Kemajuan Pramuka Di Indonesia
credit: romadecade.org

Pada tanggal 14 Agustus 1961 merupakan hari dimana Pramuka diperkenalkan secara nasional kepada masyarakat. Ditandai dengan acara apel besar oleh sekitar 10.000 anggota Pramuka se-Indonesia di Jakarta yang kemudian melakukan pawai di hadapan presiden. Sejak itulah tanggal 14 Agustus diperingati sebagai hari Pramuka nasional di Indonesia.

Eksistensi Pramuka juga ditandai dengan digelarnya secara rutin pertemuan Pramuka Tingkat Penggalang se-Indonesia yang dikenal dengan nama Jambore Nasional (Jamnas). Acara lima tahunan ini digagas oleh Kwartir Nasional Pramuka ini digelar pertama kali pada tahun 1973 di Jakarta, dan di tahun 2016 sudah digelar Jambore ke-10 yang bertempat di Cibubur, Jakarta.

Pramuka memang tak ada matinya, sebab pengenalannya sudah dilakukan sejak usia dini. Pada bangku sekolah dasar Pramuka Siaga menyaring siswa yang ingin berkontribusi dalam organisasi kepanduan usia 7-10 tahun, di tingkat SMP, Pramuka Penggalang juga dihadirkan sebagai salah satu ekstrakulikuler yang ramai peminat, kemudian di bangku SMA hingga kuliah ada Pramuka Penegak.

Sebagai salah satu organisasi terbesar di dunia yang mampu mengembangkan potensi diri pesertanya terutama dalam hal kemandirian, tentu sejarah Pramuka di atas semakin menegaskan bahwa Pramuka merupakan salah satu organisasi penting dalam proses menggalang persatuan dan kesatuan bangsa. Sudah sepantasnya kita ikut menjaga eksistensinya.

Leave a Comment