pengertian HAM

Pengertian HAM : Macam-Macam, Ciri-Ciri, Sejarah dan Contoh Kasus

Pengertian HAM – Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi mengenai pengertian HAM, baik secara umum, menurut para ahli, menurut UUD dan berbagai sumber lainnya.

Serta menjelaskan pengertian HAM lengkap dengan contoh dan sejarah HAM yang ada di Dunia dan juga yang ada di Indonesia, beserta dengan perkembangannya hingga saat ini.

Untuk mempersingkat waktu mari kita langsung saja memahami pengertian HAM berikut ini :

Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia)

pengertian HAM secara umum

Apa itu yang dimaksud dengan HAM atau yang memiliki kepanjangan Hak Asasi Manusia?

Pengertian HAM ialah, sebuah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia ketika ia berada masih dalam kandungan dan ketika setelah lahir kedunia yang berlaku secara universal dan juga diakui oleh semua orang.

HAM yang memiliki kepanjangan Hak Asasi Manusia, dimana pada setiap masing-masing kata yang ada mempunyai makna tersendiri.

Hak” memiliki arti sebagai kepunyaan maupun kekuasaan atas sesuatu.
Asasi” memiliki pengertian yaitu sesuatu hal yang utama dan mendasar.

Sehingga dapat disimpulkan, HAM memiliki pengertian secara singkat yaitu suatu hal yang mendasar dan utama yang dimiliki oleh setiap manusia.

Namun pada praktiknya banyak sekali terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia baik itu di Indonesia maupun pada tingkat Manca Negara.

Pelanggaran tersebut terjadi, semata-mata hanya karena suatu kekuasaan dan kepemilikan sumber daya yang terdapat dalam suatu tempat.

Pengertian HAM Menurut Para Ahli

Untuk lebih mudah dalam memahami pengertian HAM, maka kita dapat mengambil sebuah kesimpulan dari beberapa definisi HAM menurut para ahli.

Nah berikut ini adalah penjelasan pengertian HAM menurut para ahli:

Pengertian HAM Menurut John Locke

Menurut John Locke, Hak Asasi Manusia adalah hak-hak yang langsung diberikan oleh Tuhan kepada Manusia sebagai hak kodrati.

Maka dari itu tak ada kekuatan apapun didunina ini yang dapat mencabut hak tersebut. HAM memiliki sifat fundamental untuk kehidupan manusia dan pada hakikatnya sangat suci.

Hak Asasi Manusia Menurut Jan Materson

HAM merupaan hak-hak yang ada pada setiap diri manusia yang tanpanya manusia mustahil untuk dapat hidup sebagai manusia.

HAM Menurut Miriam Budiarjo

HAM merupakan hak yang dimiliki oleh setiap orang ketika sejak lahir kedalam dunia. Hak itu sifatnya universal karena dimiliki tanpa adanya sebuah perbedaan kelamin, ras, budaya, suku ataupun agama.

HAM Menurut Prof. Koentjoro Poerbopranoto

HAM adalah suatu hak yang memiliki sifat asasi atau mendasar. Hak yang dimiliki oleh setiap manusia berdasarkan kodratnya yang pada dasarnya tidak akan dapat dipisahkan sehingga bersifat suci.

HAM Menurut Oemar Seno Adji

HAM merupakan hak yang melekat pada setiap martabat manusia, sebagai insan dari ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang bersifat tidak boleh dilanggar oleh siapapun.

HAM menurut Donnely

HAM adalah hak yang dimiliki oleh setiap manusia semata-mata karena dia adalah manusia.

Manusia memilikinya (HAM) bukan dikarenakan diberikan kepadanya oleh masyarakat ataupun berdasarkan hukum positif. Namun semata-mata karena berdasarkan martabatnya sebagai manusia.

Pengertian Ham Menurut UU No 39 Tahun 1999

HAM menurut UUD No 39 Tahun 1999, HAM ialah seperangkat hak yang melekat pada diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Dimana hak tersebut adalah sebuah anugerah yang wajib dilindungi dan juga dihargai oleh setiap manusia.

HAM menurut David Beetham dan Kevin Boyle

HAM dan kebebasan fundamental merupakan hak-hak individual yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan dan juga kapasitas-kapasitas manusia.

Pengertian HAM Menurut PBB

pengertian HAM menurut PBB

Pengertian HAM atau Hak Asasi Manusia menurut Komisi HAM PBB Jan Materson ialah suatu hak yang melekat pada setiap diri manusia, yang tanpa hak-hak tersebut maka manusia tidak dapat mungkin hidup sebagai manusia.

Pengertian HAM dalam Islam

HAM dalam Perspektif Islam – Islam merupakan sebuah Agama yang universal yang menagajarkan suatu keadilan untuk semua umat manusia tanpa pandang bulu.

Islam sendiri memposisikan manusia terhadap posisi yang sangat mulia. Didalam Al-Qur’an manusia digambarkan sebagai makhluk yang paling sempurna dan harus dimuliakan.

Didalam Islam, sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Abu A’la al-Maududi, HAM merupakan hak kodrati yang dianugerahkan kepada setiap manusia oleh Allah SWT, sehingga tidak dapat dicabut ataupun dikurangi oleh kekuasaan atau badan apapun.

Hak-hak yang diberikan tersebut bersifat permanen (Kekal).

Hak asasi manusia didalam Islam adalah standar normatif yang ditetapkan Allah atau dibuat oleh manusia berdasarkan firman Allah dalam mengatur hubungan sesama manusia, baik itu hubungan antara individu, dengan masyarakat ataupun bernegara.

Menurut kalangan Ulama Islam, ada dua konsep mengenai hak asasi dalam Islam yakni hak manusia (haq al insan) dan hak Allah.

Hak Allah melandasi hak manusia demikian juga sebaliknya, sehingga dalam praktiknya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Contohnya adalah, dalam melaksanakan perintah Allah berupa Ibadah kepadanya, seorang muslim yang taat mempunyai kewajiban untuk mewujudkan pesan moral ibadah shola dalam kehidupan sosialnya.

Adapun hak manusia ialah, setiap manusia memiliki hal dalam mengelola harta yang dimilikinya.

Namun Islam menekankan bahwasanya pada setiap hak manusia terdapat hak Allah. Walaupun seseorang berhak dalam memanfaatkan hartanya, namun ia tidak boleh menggunakan harta tersebut pada suatu hal yang dilarang oleh Allah atau yang bertentangan dengan Ajaran Allah SWT.

Dalam Islam, harta kekayaan harus diorientasikan untuk kesejahteraan umat manusia.

Didalam Islam terdapat tiga jenis Hak Asasi Manusia, berikut ini adalah penjelasannya:

  • Hak Dasar (Daruri) merupakan suatu yang dianggap hak dasar apabila hak tersebut dilanggar.
  • Hak Sekunder, ialah hak yang apabila tidak dipenuhi maka akan berakibat pada hilangnya hak dasar sebagai manusia.
  • Hak Tersier, merupakan ha yang tingkatannya lebih rendah dari pada hak primer dan juga hak sekunder.

Konsep HAM dalam Islam dapat kita jumpai dalam sumber utama Islam, yaitu Al-Qur’an dan Hadits.

Adapun pelaksanaannya dapat dirujuk dari praktik kehidupan sehari-hari Nabi Muhammad SAW, atau yang biasa dikenal dengan sebutan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Untuk lebih jelasnya mengenai HAM menurut Islam, bisa di baca pada sumber berikut ini: HAM dalam Pandangan Islam.

Macam Macam Hak Asasi Manusia

Setelah memahami mengenai pengertian ham, akan lebih baik apabila kita mengetahui juga macam-macam hak asasi manusia, untuk lebih memahami tentang apa itu yang dimaksud dengan HAM.

Nah berikut ini merupakan usalan mengenai jenis atau macam-macam hak asasi manusia.

Hak Asasi Pribadi

Hak asasi pribadi ialah sebuah hak yang memiliki hubungan dengan kehidupan pribadi setiap orang.

Contoh dari hak asasi pribadi ialah kebebasan dalam menyampaikan sebuah pendapat, kebebasan dalam melakukan perjalanan untuk bepergian, bergerak atau berpindah tempat dan hak asasi pribadi lainnya.

Hak Asasi Politik

Hak asasi politik adalah hak asasi kehidupan politik pada seseorang, contoh dari hak asasi politik adalah hak dalam memiliki, hak dalam keikutsertaan kegiatan pemerintahan dan hak dalam membuat petisi juga hak yang lainnya yang bersifat politik.

Hak Asasi Ekonomi

Hak asasi ekonomi merupakan hak yang menyangkut hak individu dalam hal perekonomian. COntoh dari hak asasi politik ialah kebebasan dalam dunia jual beli barang, sewa menyewa, memiliki suatu pekerjaan yang pantas dan lain sebagainya.

Hak Asasi Peradilan

Ialah suatu hak dimana setiap manusia berhak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hal tata cara pengadilan.

Misalnya ialah hak dalam mendapatkan pembelaan hukum, hak dalam mendapat perlakuan pemeriksaan, penangkapan dan penyelidikan lainnya dimuka umum.

Hak Asasi Sosial dan Budaya

Hak asasi sosial dan budaya ialah hak yang menyangkut kehidupan dalam bermasyarakat.

Contohnya adalah hak dalam menentukan, memilih dan mendapatkan suatu pendidikan, hak dalam mendapatkan suatu pengajaran, hak untuk mendapatkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.

Hak Asasi Hukum

Hak asasi hukum merupakan hal dalam hal untuk mendapatkan kependudukan yang sama dama hukum dan pemerintahan.

Misalnya ialah hak dalam mendapatkan perlakuan yang sama dalam bidang hukum dan pemerintahan, perlindungan dan juga hak dalam mendapatkan pelayanan hukum.

Ciri-Ciri Pokok Hak Asasi Manusia

Hak asasi manusia memiliki ciri ciri pooko yang tidak dapat terdapat pada jenis hak yang lainnya.

Berikut ini adalah ciri-ciri khusus Hak Asasi Manusia:

  • HAM tidak diberikan pada seorang, namun merupakan hak bagi semua orang, baik itu berupa hak sipil, hak politik, hak ekonomi, hak sosial ataupun hak sosial dan budaya.
  • HAM tidak bisa dicabut, dihilangkan maupun diserahkan.
  • HAM memiliki sifat hakiki artinya hak yang telah ada sejak manusia berada dalam kandungan.
  • HAM memiliki sifat universal sehingga berlaku untuk semua manusia tanpa memandang status, suku, jenis kelamin dan perbedaan yang ada lainnya.

Sejarah HAM (Hak Asasi Manusia)

Sepanjang sejarah dalam kehidupan manusia tentunya tidak semua orang mempunyai penghargaan yang sama.

Inilah yang menjadi latar belakang dalam hal perlunya menegakkan hak asasi manusia.

Untuk melindungi harkat dan martabat kemanusiaan yang sebenarnya antar umat manusia, hak asasi manusia sangat dibutuhkan. Berikut ini adalah sejarah Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Sejarah HAM di Indonesia

Sejarah HAM di Inonesia sendiri terbagi menjadi 2 yaitu pada masa pra kemerdekaan dan pada masa kemerdekaan.

Masa Pra Kemerdekaan

Pemikiran modern mengenai HAM (Hak Asasi Manusia) di Negara Indonesia muncul pada abad ke 19. Raden Ajeng Kartini merupakan orang Indonesia pertama kali yang secara jelas mengungkapkan pemikiran tentang HAM.

Pemikiran mengenai hak asasi manusia tersebut diungkapkan dalam surat-surat yang ditulisnya 40 tahun sebelum proklamasi kemerdekaan.

Masa Kemerdekaan

Pada masa kemerdekaan sendiri, sejarah HAM di Indonesia dibagi menjadi 3 yaitu sebagai berikut :

Pada Masa Orde Lama

Gagasan tentang perlunya HAM selanjutnya berkembang dalam sidang BPUPKI. Tokoh yang gigih dalam membela supaya HAM diatur secara luas dalam UUD 1945 pada sidang tersebut ialah Mohammad Hatta dan Muhammad Sukirman.

Namun upaya mereka dalam melakukan pembelaan agar HAM diatur dalam UUD masih belum berhasil.

Hanya ada sedikit nilai-nilai HAM yang telah diatur dalam UUD 1945, namun secara menyeluruh HAM diatur dalam konstitusi RIS dan UUD 1950

Pada Masa Orde Baru

Pada masa orde baru inilah, pelanggaran HAM sudah mencapai pada puncaknya. Hal ini terjadi karena HAM dianggap sebagai pahal liberal yang bertentangan dengan budaya timur dan pancasila.

Oleh karenanya HAM ada masa orde baru ini hanya diakui dengan sangat minimal.

Komisi HAM pada waktu itu dibentuk pada tahun 1993. Tetapi komisi tersebut tidak berfungi dengan baik dikarenakan kondisi politiknya.

Berbagai jenis pelanggaran HAM terus terjadi, hal inilah yang akhirnya mendorong munculnya sebuah gerakan reformasi untuk mengakhiri kekuasaan orde baru.

Pada Masa Reformasi

Masalah mengenai penegakan HAM di Indonesia sudah menjadi tekad juga komitmen yang begitu kuat dari segenap komponen bangsa, terlebih pada era reformasi.

Kemajuan tersebut ditandai dengan membaiknya iklim tentang kebebasan dan lahirnya berbagai macam dokumen mengenai HAM yang lebih baik.

Dokumen tersebut meliputi UUD 1945 hasil amandemen, Tap MPR No. XVII/MPR/1998 mengenai hak asasi manusia.

UU No. 39 Tahun 1999 mengenai hak asasi manusia, dan UU No. 26 tahun 2000 mengenai pengadilan hak asasi manusia.

Pada tahun 2005 lalu pemerintah meratifiaksi dua instrumen yang begitu penting dalam hal penegakan hak asasi manusia, yaitu Kovenan Internasional mengenai hak-hak ekonomi, sosial dan budaya menjadi UUD No. 11 Tahun 2006, dan juga Kovenan Internasional mengenai hak-hak sipil dan politik menjadi UUD No. 12 Tahun 2005.

Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia

Berikut ini ialah beberapa macam contoh pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi di Negara Indonesia:

  • Pembantaian di Rawegede pada tahun 1945
  • Pembantaian massal PKI pada tahun 1965 hingga 1966
  • Peristiwa tanjung priok pada tahun 1984
  • Petrus (Peristiwa Penembakan Misterius) pada tahun 1982 hingga 1985
  • Pembunuhan aktivias buruh wanita, Marsinah pada tahun 1993
  • Peristiwa Semanggi dan kerusuhan Mei pada tahun 1998
  • Tragedi trisakti pada tahun 1998
  • Kasus dukun santen di Banyuwangi pada tahun 1998

Dan pelanggaran HAM lainnya

Penutupan

Itulah yang bisa saya bagikan mengenai penjelasan pengertian ham secara umum, menurut para ahli, sejarah, definisi menurut para ahli dan ciri-cirinya secara lengkap

Semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *