Fainun Kenalkan nama saya Fanisa Ainun dan nama pena saya adalah Fainun :)

Dwi Satya Pramuka (Pengertian, Makna, Arti & Penjelasannya, Lengkap)

2 min read

dwi satya pramuka

Dwi Satya Pramuka – Kata Dwi Satya adalah bahasa kuno dari leluhur bangsa Indonesia tercinta ini, yakni berasal dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti yakni Dwi memiliki arti “dua” sedangkan Satya artinya adalah “Janji”.

Bagi sobat gopensil yang suka atau pernah mengikuti kegiatan Pramuka pasti sudah pahamkan, apa yang dimaksud dengan Dwi Satya Pramuka?

Dwi Satya ini adalah Kode Etik dari Anggota Pramuka Muda golongan Siaga, anggota Pramuka golongan ini biasanya berusia antara 7 hingga 10 tahun. Kenapa disebut dengan Pramuka Siaga? Disebut dengan Pramuka Siaga hal ini sesuai dengan kiasan yang terjadi pada masa perjuangan Bangsa Indonesia.

Yakni ketika itu, rakyat Indonesia mensiagakan dirinya untuk dapat mencapai kemerdekaan yang ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908, yang menjadi tonggak awal dari perjuangan dari Bangsa Indonesia.

Secara umum, Dwi Satya merupakan janji suci anggota Pramuka Siaga yang harus di Ikrarkan, difahami dan juga diamalkan terhadap kehidupannya sehari-hari. Adapun berikut ini merupakan bunyi dari Dwi Satya Pramuka:

Dwi Satya Pramuka

dwi satya pramuka, dwi darma pramuka
credit: sunjayabudiman.blogspot.com

Demi Kehormatanku, Aku Berjanji Akan:

  • Bersungguh-sungguh menjalankan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menurut aturan keluarga.
  • Setiap hari berbuat kebaikan.
Baca Juga  Struktur Organisasi Pramuka

Makna, Arti dan Penjelasan dari Dwi Satya Pramuka

Dari bunyi atau teks tentang Dwi Satya Pramuka diatas, kita dapat melihat makna, nilai-nilai dan juga norma pendidikan yakni:

  • Bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Artinya adalah, disini anggota Pramuka Siaga harus mengikrarkan dirinya agar benar-benar berusaha atau berjanji untuk selalu melaksanakan kewajibannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME).

Sebagai contohnya adalah, anggota Pramua Siaga yang tidak pernah meninggalkan peribadatan Agama. Misalnya kita sebagai Muslim yang selalu Sholat Lima Waktu (Shubuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’). Dan sebagai non Muslim, misalnya selalu beribadah terhadap kepercayaannya masing-masing. Hal ini merupakan penguatan spiritual bagi anggota pramuka.

  • Bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap NKRI.
Baca Juga  Dasa Dharma Pramuka dan Artinya (Lengkap Dengan Penjelasannya)

Pramuka Siaga sejak dini sudah diajarkan dan dilatih untuk menjalankan kewajibannya terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Hal ini dibuktikan dan dicontohkan ketika berpakaian. Seorang anggota pramuka selalu membawa dan mengenakan lambang bendera Merah Putih yang dikenakan di lehernya.

Hal ini diartikan sebagai seorang anggota Pramuka yang selalu cinta terhadap tanah air Indonesia. Hingga pada setiap kegiatan kepramukaan lambang bendera Merah Putih yang biasa kita kenal dengan kacu leher selalu dipakai.

  • Bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku menurut aturan keluarga.

Mengapa Pramuka Siaga harus bersungguh-sungguh dalam menjalankan kewajibannya untuk selalu menurut terhadap aturan yang ada di keluarganya?

Hal ini karena usia dari anggota Pramuka Siaga yakni berkisar antara 7 hingga 10 tahunan, dimana usia 7 hingga 10 tahun ini merupakan usia masa anak-anak.

Sehingga pendidikan pertama untuk anak-anak ini adalah didalam keluarganya, dimana didalamnya terdapat aturan-aturan keluarga yang harus dijalani oleh anak-anak tersebut.

Baca Juga  Struktur Organisasi Pramuka

Contoh aturan yang harus di patuhi didalam keluarganya adalah: bangun pagi hari, pergi sekolah untuk menuntut ilmu, patuh dan hormat kepada kedua Orang Tuanya, dan beberapa peraturan keluarga lainnya. Seperti misalnya kita sebagai Muslim yang wajib menuntut ilmu tentang Agama kita, mengaji, dll.

Didalam Pramuka, satuan pendidikan Pramuka di bentuk seperti layaknya keluarga di rumah, pembina putra berperan sebagai Ayahnya atau Yanda sedangkan pembina putri berperan sebagai Ibunya atau Bunda dan terdapat makcik dan pakcik yang berperan sebagai kerabat keluarganya.

  • Setiap hari berbuat kebajikan.

Seorang Pramuka Siaga harus berikrar dan berjanji untuk selalu berbuat kebajikan setiap harinya. Baik itu berbuat baik kepada diri sendiri, kepada sesama teman-temannya, terhadap lingkungan, terlebih berbuat baik kepada Orang Tuanya.

Nah disinilah kita perlu memahami nilai-nilai apa yang terkandung didalamnya Dwi Satya Pramuka dan kenapa menjadi sebagai kode etik dari keanggotaan Pramuka Siaga.

Itulah pengertian mengenai Dwi Satya Pramuka lengkap dengan penjelasannya dengan detail, semoga bermanfaat, dan jangan lupa untuk melengkapi pengetahuan Pramuka kita dengan membaca juga tentang Dwi Darma Pramuka.

Terima Kasih saya ucapkan, semoga berbuah manfaat bagi kita semua.

0
Fainun Kenalkan nama saya Fanisa Ainun dan nama pena saya adalah Fainun :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *